BORNEOKU-Bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Tanjung Palas Barat, Desa Long Beluah, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, dari aparat pemerintah hingga tokoh pendidikan dan agama, bertujuan untuk memberikan edukasi yang mendalam tentang dampak berbahaya narkoba khususnya di lingkungan pelajar dan remaja.Selasa 4/11/2025.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto Melalui Humas Aipda Hadi.” Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dan elemen masyarakat penting yang berperan dalam memberikan informasi serta dukungan kepada para siswa dan masyarakat setempat, antara lain Sekretaris Kecamatan Tanjung Palas Barat, Bapak Amar Mulia, yang membuka acara secara resmi sekaligus memberikan arahan penting mengenai upaya bersama dalam pencegahan narkoba. Kasi Pemerintah Kecamatan, Elia Udau, yang mendampingi penyelenggaraan kegiatan dan memberikan penekanan atas pentingnya keterlibatan semua pihak.
Kapolsek Tanjung Palas Barat, Ipda M. Akbar Baking, yang hadir sebagai pemateri sekaligus sebagai penanggung jawab keamanan dan penyuluhan di wilayahnya. Perwakilan dari Puskesmas Long Beluah, dr. Rohma Pawitra Sari, yang bertugas membawakan materi kesehatan terkait dampak narkoba. Babinsa Long Beluah, Serka Hanlee, sebagai unsur TNI yang terus bersinergi dengan aparat kepolisian dan masyarakat dalam penanggulangan narkoba.
Pendamping dan peserta murid SMAN 1 Tanjung Palas Barat – para generasi muda yang merupakan fokus utama sosialisasi ini. Guru dan peserta murid SMP 1 Tanjung Palas Barat, memberikan dukungan bagi pemahaman pesan-pesan edukatif.
Tokoh agama Desa Long Beluah, yang memberikan nilai-nilai moral dan spiritual penting dalam pembentukan karakter penolakan terhadap narkoba. Sosialisasi ini dibagi menjadi dua sesi materi utama yang disampaikan oleh para narasumber handal di bidangnya:
Materi dari Puskesmas Long Beluah disampaikan oleh dr. Rohma Pawitra Sari
Judul materi: “Pencegahan Penyalahgunaan dan Dampak Kesehatan bagi Pengguna Narkoba”
Dalam sesi ini, dr. Rohma menjelaskan secara komprehensif dampak negatif narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental pengguna. Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi Penjelasan tentang berbagai jenis narkoba dan efek sampingnya yang merusak organ tubuh, terutama otak dan sistem saraf.
Risiko penyakit menular dan gangguan kesehatan serius yang sering muncul akibat penggunaan narkoba. Taraf kecanduan narkoba yang sangat tinggi serta sulitnya proses rehabilitasi. Pentingnya pencegahan dini melalui edukasi dan pola hidup sehat agar generasi muda terhindar dari perilaku yang merugikan tersebut.
Materi dari Polsek Tanjung Palas Barat disampaikan oleh Kapolsek Ipda M. Akbar Baking Judul materi: “Bahaya Narkoba di Lingkungan Sekolah”
Kapolsek menegaskan bahwa lingkungan sekolah sangat rentan menjadi sasaran penyebarluasan narkoba, terutama dengan akses yang mudah oleh pelajar yang masih rentan pengaruh. Materi yang diberikan meliputi:
Cara mengenali tanda-tanda awal penggunaan narkoba di lingkungan sekolah. Sanksi hukum dan konsekuensi sosial yang harus dihadapi pengguna dan pengedar narkoba. Pentingnya peran guru, orang tua, serta teman sebaya untuk saling menjaga dan melapor apabila menemukan hal mencurigakan.
Strategi pencegahan yang harus diimplementasikan di lingkungan sekolah, termasuk pembentukan kelompok anti narkoba dan kegiatan positif yang dapat menyibukkan waktu pelajar. Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa tentang bahaya penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan, mental, dan masa depan mereka.

Memberikan pemahaman yang kuat dan menanamkan sikap menolak narkoba pada generasi muda agar terhindar dari godaan dan tekanan dari lingkungan yang negatif. Mendorong siswa untuk mengadopsi gaya hidup sehat dan aktif dalam kegiatan positif yang membangun.
Menumbuhkan kesadaran bersama bahwa lingkungan sekitar seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat harus membentuk jaringan pergaulan yang positif sebagai benteng pertahanan dari bahaya narkoba.Kegiatan ini juga diharapkan dapat memupuk semangat kolaborasi antara aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat sebagai mitra utama dalam menangani masalah penyalahgunaan narkoba, khususnya di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Barat.
Sosialisasi yang berlangsung interaktif dan informatif ini mendapatkan respon positif dari peserta, terutama para siswa yang kini memiliki pemahaman lebih luas tentang pentingnya menjaga diri dari narkoba. Keterlibatan tokoh agama turut memberikan sentuhan spiritual yang menguatkan pesan moral penolakan narkoba.
Untuk keberlanjutan, disarankan agar kegiatan serupa diadakan secara rutin dengan perluasan cakupan wilayah dan jumlah peserta. Program pendampingan bagi pelajar dan keluarga juga perlu diperkuat melalui kerja sama dengan lembaga terkait.
Lebih jauh, penguatan peran sekolah dan masyarakat sebagai pusat pencegahan dini akan menjadi kunci sukses mengurangi risiko penyalahgunaan narkoba di masa depan. Selain itu, pengawasan aktif dari aparat kepolisian dan Babinsa perlu terus dijalankan untuk mendukung keberhasilan program ini ujar Hadi.
Laporan: I Made Wahyu Rahadia





