TANJUNG SELOR- Dalam upaya meningkatkan peran serta remaja dan siswa sekolah dalam membangun citra positif, khususnya di era digital yang penuh tantangan, DPD BKPRMI Kabupaten Bulungan menggelar acara pembukaan “Pelatihan Kehumasan Bagi Remaja dan Siswa Sekolah.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 23 November 2025, dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari kalangan pemerintahan, aparat keamanan, hingga organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui humas Aipda Hadi Acara pembukaan pelatihan ini diramaikan oleh kehadiran para pejabat dan tokoh yang merefleksikan sinergi lintas sektor dalam membangun karakter generasi muda. Dalam kesempatan tersebut, P.S. Kasat Binmas Polresta Bulungan, IPTU Bernard Firman P. Siregar, S.H., turut hadir mewakili Kapolresta Bulungan. Kehadirannya menandai komitmen pihak kepolisian dalam mendukung upaya pembinaan dan pembentukan citra positif remaja di Kabupaten Bulungan.
Bupati Bulungan, yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bulungan, Dandim 0903 Bulungan yang diwakili oleh pejabat terkait, Kesbangpol Bulungan beserta perwakilan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bulungan, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bulungan yang diwakili, Ketua DPW BKPRMI Provinsi Kalimantan Utara yang diwakili.
Kehadiran tokoh-tokoh lintas sektor tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan organisasi kemasyarakatan untuk membentuk generasi muda yang berkualitas, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan digital.
Acara pembukaan pelatihan dirancang dengan susunan acara yang menyentuh aspek keagamaan, kebangsaan, serta organisasi, guna membangun suasana kondusif sekaligus memperkuat semangat kebersamaan peserta dan undangan. Adapun susunan acara tersebut meliputi:
Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an sebagai landasan spiritual dan penguat nilai-nilai keimanan bagi para peserta, Menyanyikan Lagu Kebangsaan dan Mars Organisasi, yaitu Indonesia Raya, Mars Bulungan, dan Mars BKPRMI, yang membangun rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap organisasi serta daerah, Pembacaan Doa yang menunjang keberkahan kegiatan, Sambutan-sambutan, terdiri dari sambutan Ketua Panitia, Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Bulungan, serta sambutan dari Bupati Bulungan (diwakili oleh Asisten I) yang sekaligus membuka secara resmi acara pelatihan.
Pelatihan Kehumasan ini bertujuan mempersiapkan remaja dan pelajar menjadi agen perubahan yang mampu memanfaatkan media digital secara positif dan bertanggung jawab. Dalam era digital yang serba cepat dan terkoneksi, remaja harus dibekali kemampuan komunikasi, pemahaman etika digital, serta strategi membangun citra diri yang baik di dunia maya maupun nyata.

DPD BKPRMI Kabupaten Bulungan bahwa generasi muda merupakan investasi masa depan bangsa. Oleh karena itu, pelatihan ini juga menjadi wadah bagi mereka untuk belajar bagaimana menyebarkan nilai-nilai toleransi, persatuan, dan keagamaan dengan cara yang efektif dan modern. Materi yang akan diberikan meliputi pengenalan teknik public relations (kehumasan), manajemen media sosial, pengembangan karakter, serta edukasi mengenai kebijakan pemanfaatan teknologi informasi.
Kehadiran IPTU Bernard Firman P. Siregar, S.H., sebagai Kasat Binmas Polresta Bulungan, memberikan gambaran jelas bahwa Polri sangat mendukung upaya pembinaan karakter remaja melalui program-program positif seperti pelatihan kehumasan ini. Pihak kepolisian menyadari pentingnya peran remaja sebagai generasi penerus dalam menjaga kondusifitas masyarakat dan menghindarkan mereka dari pengaruh negatif seperti hoaks, radikalisme, dan perundungan digital.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat juga menegaskan bahwa pembinaan pemuda harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah siap memberikan dukungan berupa fasilitas dan fasilitator agar pelatihan ini berjalan optimal dan memberikan hasil konkret dalam membentuk sikap dan perilaku positif.
Selain dukungan polri dan pemerintah, sinergi dengan organisasi keagamaan seperti MUI dan DMI serta organisasi kepemudaan seperti BKPRMI yang menjadi penyelenggara, menunjukkan pentingnya pendekatan multidimensional dalam pembinaan remaja. Peran tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan memiliki pengaruh signifikan dalam memberikan bimbingan moral dan spiritual sehingga remaja tidak hanya unggul dalam kemampuan teknis tetapi juga mempunyai pondasi akhlak yang kuat.
Reporter: Bli Made





