Panen Jagung di Bunyu Tak Sesuai Harapan, Hama dan Kemarau Pangkas Hasil hingga Tinggal 50 Kilogram


BULUNGAN, — Program ketahanan pangan di wilayah Pulau Bunyu menghadapi tantangan serius. Panen jagung yang dilakukan petani di Desa Bunyu Timur pada Jumat, 8 Mei 2026, menghasilkan panen jauh di bawah perkiraan akibat cuaca ekstrem dan serangan hama.


Panen dilakukan di lahan seluas 0,8 hektare milik petani bernama Jamal, yang berada di Jalan Nibung Lama, Desa Bunyu Timur, Kecamatan Bunyu. Kegiatan ini turut mendapat pendampingan dari Bhabinkamtibmas Bunyu, Brigpol Andika Prasetya M.


Lahan tersebut merupakan bagian dari kelompok tani Bina Usaha yang diketuai oleh Usman Saleh. Jagung jenis Nusantara itu sebelumnya ditanam pada 13 Februari 2026 sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan.


Namun saat masa panen tiba, hasil yang diperoleh hanya sekitar 50 kilogram. Jumlah itu dinilai jauh dari target lantaran sebagian besar bibit tidak tumbuh akibat musim kemarau berkepanjangan. Kondisi diperparah dengan serangan hama yang merusak tanaman.


Petani terpaksa memanfaatkan hasil panen secara mandiri karena jumlah produksi yang minim. Jagung hasil panen tersebut digunakan untuk kebutuhan pakan ternak dan tidak dijual ke pasar.


Kondisi ini menjadi catatan penting bagi program pertanian di wilayah pesisir dan kepulauan seperti Bunyu yang sangat bergantung pada kondisi cuaca. Pendampingan terhadap petani, ketersediaan bibit unggul, hingga pengendalian hama dinilai menjadi faktor penting agar hasil panen berikutnya bisa lebih optimal. (MD)

Bagikan

Berita Terbaru