Diawasi Ketat Kapolda, 230 Calon Bintara Bertarung di Tes Psikologi CAT, Kursi Terbatas Siapa Tersingkir?

Tanjung Selor.—Pelaksanaan seleksi penerimaan Bintara Polri di wilayah Kalimantan Utara kembali memasuki tahap krusial. Pada hari ini, gelombang ketiga tes psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT) resmi digelar dengan pengawasan ketat dari jajaran kepolisian.

Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadi, bahkan Kembali turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh proses berjalan transparan, objektif, dan bebas dari praktik kecurangan.

Sebanyak 230 peserta calon Bintara Polri mengikuti tes yang dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, yakni di SMU Negeri 1, SMKN 1, serta Gedung BKD Provinsi Kalimantan Utara. Pelaksanaan dibagi ke beberapa titik guna menjamin kelancaran dan efektivitas proses seleksi.

Dari pantauan di lapangan, seluruh peserta mengikuti tahapan ujian dengan serius. Sistem CAT yang digunakan memungkinkan hasil tes dapat dipantau secara langsung, sehingga memperkecil potensi intervensi maupun manipulasi nilai.

Djati menegaskan bahwa proses seleksi penerimaan anggota Polri harus mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), sehingga mampu menghasilkan calon anggota yang berkualitas dan berintegritas.

Sementara itu, Kepala Biro SDM Polda Kaltara, kombes Pol. Warsono, menyampaikan bahwa jumlah peserta yang akan dinyatakan lulus masih menunggu hasil akhir seluruh tahapan seleksi.

“Untuk kuota pastinya nanti saat pengumuman akhir. Sebagai gambaran, pada tahun 2025 lalu sekitar 110 orang dididik oleh Polda Kaltara untuk masyarakat,” jelasnya.

Dengan jumlah peserta yang cukup banyak, persaingan dalam seleksi kali ini dipastikan berlangsung ketat. Setiap peserta dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga kesiapan mental dan kepribadian yang sesuai dengan standar Polri.

Pelaksanaan tes psikologi ini merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian seleksi penerimaan Bintara Polri, yang bertujuan untuk mengukur aspek kepribadian, kecerdasan, serta kesiapan psikologis para peserta.

Polda Kaltara memastikan seluruh proses seleksi akan terus diawasi secara ketat hingga tahap akhir, guna menjaring calon anggota Polri yang benar-benar layak dan mampu mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dengan masih berlangsungnya tahapan seleksi, para peserta diharapkan dapat mengikuti setiap proses dengan maksimal dan menjunjung tinggi kejujuran, karena hasil akhir akan ditentukan sepenuhnya oleh kemampuan masing-masing peserta. (MD)

Bagikan

Berita Terbaru