BULUNGAN,—Harapan Abdul Sholeh untuk menikmati hasil panen jagung tahun ini harus berakhir pahit. Tanaman jagung yang ditanamnya sejak Januari 2026 di lahan UPT SP 3, wilayah Tanjung Palas Hilir, Kabupaten Bulungan, dilaporkan gagal panen setelah diserang hama ulat grayak.
Peristiwa ini menjadi perhatian setelah Bhabinkamtibmas dari Polsek Tanjung Palas, Bripda Anugerah Ferdy Prayoga, turun langsung melakukan pengecekan kondisi lahan milik petani tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Abdul Sholeh mulai menanam jagung pada 11 Januari 2026 dengan harapan hasil panennya dapat membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Namun harapan tersebut perlahan sirna ketika tanaman jagung mulai menunjukkan kerusakan akibat serangan hama ulat grayak.
Hama tersebut diketahui menyerang daun hingga bagian utama tanaman, menyebabkan pertumbuhan jagung terganggu secara signifikan. Dalam waktu singkat, sebagian besar tanaman mengalami kerusakan parah hingga akhirnya tidak dapat dipanen.

Akibat serangan hama yang semakin meluas, Abdul Sholeh dipastikan mengalami gagal panen. Hingga saat ini tidak ada hasil panen yang diperoleh dari lahan tersebut.
Bripda Anugerah Ferdy Prayoga mengatakan pihaknya turun ke lapangan untuk memantau kondisi pertanian warga sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi petani di wilayah binaannya.
Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian bersama, terutama ketika petani menghadapi ancaman gagal panen akibat serangan hama.
Serangan ulat grayak sendiri menjadi ancaman serius bagi petani jagung karena penyebarannya sangat cepat dan mampu merusak tanaman dalam waktu singkat jika tidak segera ditangani.
Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian bagi pihak terkait agar petani mendapatkan pendampingan dan solusi pencegahan sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.
Peristiwa gagal panen ini menjadi gambaran nyata perjuangan petani di Tanjung Palas yang harus menghadapi tantangan alam hingga serangan hama demi mempertahankan hasil pertanian mereka. (MD)





