TANJUNG SELOR – Jalan poros Trans Kaltara di Desa Kelembunan, Kecamatan Sekatak, kembali menjadi sorotan setelah jembatan/gorong-gorong di lokasi tersebut longsor dan runtuh, Kamis (26/2/2026) pagi sekitar pukul 09.30 Wita. Akibatnya, akses penghubung utama antarwilayah lumpuh total.
Kapolresta Bulungan Rofikoh Yunianto melalui Humas Aipda Hadi Purnomo menyampaikan bahwa kerusakan menyebabkan badan jalan terputus sepenuhnya dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.
Kapolsek Sekatak bersama personel Polsek, Camat Sekatak, serta Dinas PU (Bina Marga) langsung turun ke lokasi untuk meninjau dampak kejadian.
Dimensi Kerusakan Cukup Parah
Berdasarkan pendataan awal di lokasi, titik longsor diperkirakan memiliki ukuran Lebar ± 10 meter
Panjang ± 8 meter, Kedalaman ± 4 meter
Bentang kerusakan tersebut membuat badan jalan ambles total dan membentuk lubang besar yang membahayakan pengguna jalan.
Sebagai langkah pengamanan, Polsek Sekatak memasang police line di sekitar lokasi serta petunjuk arah agar masyarakat tidak mendekat ke titik longsor.
Pengguna jalan diarahkan memutar melalui jalur alternatif: Desa Kelembunan bawah → tembus Desa Kelising/Paru Abang → kembali ke jalan poros Trans Kaltara.
Meski jalur alternatif tersedia, akses tersebut hanya bersifat sementara dan memerlukan kehati-hatian ekstra.
Jalur Strategis Antar Kabupaten, Jalan poros Trans Kaltara merupakan akses vital penghubung antarwilayah di Kalimantan Utara, termasuk jalur distribusi logistik dan mobilitas masyarakat dari dan menuju wilayah pedalaman.
Hingga laporan ini diterima, situasi di lapangan dinyatakan aman dan terkendali, namun arus lalu lintas masih lumpuh total di titik longsor.
Pihak terkait kini dihadapkan pada tantangan percepatan penanganan darurat agar akses utama tidak terputus terlalu lama dan dampak ekonomi tidak semakin meluas.





