Smelter Berdiri di Tanah Kuning, Tapi Rekrutmen ke Malang — Kaltara Hanya Jadi Penonton?

Bulungan-Pembangunan smelter aluminium oleh PT Kalimantan Aluminium Industri di Tanah Kuning, Bulungan, seharusnya menjadi kabar besar bagi masyarakat Kalimantan Utara. Investasi raksasa, kawasan industri strategis, dan janji ribuan lapangan kerja.

Namun publik dibuat bertanya-tanya ketika proses rekrutmen justru menggandeng SMK Singosari di Malang, Jawa Timur.

Apakah di Kalimantan Utara tidak ada SDM? Atau memang tidak diberi ruang? Investasi di Tanah Kita, Tapi Tenaga Kerja dari Luar?

Logika publik sangat wajar. Jika industri berdiri di Bulungan, maka prioritas tenaga kerja seharusnya untuk masyarakat sekitar.

Kalimantan Utara bukan daerah kosong. Banyak lulusan SMK, perguruan tinggi, dan tenaga teknis yang menunggu kesempatan. Jika memang kompetensi belum sepenuhnya sesuai, bukankah seharusnya perusahaan hadir membawa pelatihan, bukan langsung mencari dari luar?

Apalagi smelter ini bukan proyek kecil. Ia digadang-gadang sebagai bagian dari hilirisasi industri nasional. Maka dampaknya pun seharusnya nyata bagi masyarakat lokal. Alasan Kompetensi? Atau Praktik Lama?

Memang benar, industri smelter membutuhkan keahlian spesifik, metalurgi, teknik mesin industri, otomasi, dan kelistrikan tingkat tinggi, Tetapi jika alasan rekrutmen ke luar daerah adalah soal kompetensi, maka ada dua hal yang perlu dipertanyakan.

Apakah sudah pernah dibuka peluang pelatihan untuk putra-putri Kaltara? Apakah sudah ada upaya kerja sama dengan sekolah atau kampus di daerah?.

Jika belum, maka publik berhak curiga: jangan-jangan ini hanya pola lama — investasi masuk, tenaga kerja dari luar, sementara masyarakat lokal hanya kebagian debu dan lalu lintas truk.

Jangan Sampai Kaltara Hanya Jadi Penonton, Tanah Kuning bukan sekadar titik di peta. Ia adalah tanah masyarakat Bulungan. Jika industri besar berdiri di atasnya, maka manfaat ekonomi harus kembali ke masyarakatnya.

Pemerintah daerah juga tidak boleh pasif. Harus ada Transparansi rekrutmen Kuota jelas tenaga kerja lokal Program pelatihan dan sertifikasi bagi warga sekitar.

Pengawasan serius terhadap komitmen perusahaan Karena jika tidak, investasi sebesar apa pun hanya akan menjadi angka di laporan, bukan kesejahteraan nyata di lapangan.

Investasi Boleh Nasional, Manfaat Harus Lokal, Tidak ada yang menolak kemajuan. Tidak ada yang anti-investasi. Tapi keadilan pembangunan adalah soal keberpihakan.

Jika smelter berdiri di Bulungan, maka anak-anak Bulungan harus punya kursi di dalamnya Jika kawasan industri berkembang di Kaltara, maka masyarakat Kaltara tidak boleh hanya jadi penonton.

Kini yang dibutuhkan bukan sekadar klarifikasi, tetapi komitmen terbuka.Karena pembangunan sejati bukan hanya tentang bangunan yang berdiri, tetapi tentang siapa yang ikut berdiri bersama di dalamnya. (MD)

Bagikan

Berita Terbaru