Perayaan Tahun Baru di Sekatak Berakhir di Ujung Badik, Korbannya Sampai Kritis

BORNEOKU TANJUNG SELOR – Malam pergantian tahun di Mess Karyawan PT. BSMP Afdeling A dan B Desa Liagu Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan diwarnai tindakan anarkis. Penyebabnya beberapa orang yang dalam pengaruh minuman keras (miras) beralkohol lalu melakukan pengeroyokan mengakibatkan luka berat.

Kejadiannya pada Rabu (31/12/2025) sekira pukul 23.30 Wita. Kasusnya pun langsung ditangani oleh Polsek Sekatak usai menerima laporan pengeroyokan tersebut.

Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui Kasat Reskrim Polresta Bulungan AKP Rio Adi Pratama menjelaskan dari kejadian tersebut dua orang menjadi korban penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) berupa badik.

“Kejadiannya pada hari Kamis, tanggal 01 Januari 2025 dua orang yang mengalami luka berat yakni bernama Marten Sae (58) dan Sahrul (22) kondisinya kini mendapatkan perawatan di ruang IGD di RSUD Jusuf SK. Pelaku penikaman bernama Jumadi,” ucap Rio, Sabtu (3/1/2026).

Dia mengatakan berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian yang dihimpun petugas, salah satunya bernama Amin (40) menerangkan di hari Rabu (31/12/2025) sekira pukul 23.10 wita.

Saat itu Jumadi, Sahrul dan Wandi setelah habis mengonsumsi miras jenis CIU Cap Tikus, di atas mobil depan rumahnya, Jumadi menunjuknya dengan badik tetapi Amin tidak menghiraukannya.

“Kemudian Jumadi menusuk atas mobil hilux single kabin warna putih, lalu Jumadi turun dari mobil dan menusuk tandon warna orange. Selanjutnya Jumadi naik ke atas rumah dan saksi Amin langsung masuk kerumah menutup pintu,” terangnya.

Tak sampai disitu, pelaku Jumadi merusak Salon DAT warna hitam dan kompor gas merk RINNAI milik Amin. Setelah itu Amin menegur pelaku dengan mengatakan “Pak jangan gitulah soalnya anak kecil di sebelah itu”.

Tidak lama Jumadi masuk lagi ke rumah tetangga Amin yang mempunyai anak kecil. Kemudian Jumadi, Sahrul dan Wandi kembali lagi menyerang Amin secara bersama-sama.

“Pelaku menusuk badik tersebut ke arah Amin tetapi tersangkut di kerah bajunya. Setelah itu dia menangkap tangan Jumadi kemudian memulasnya ke arah bawa setelah itu Amin memukul menggunakan tangan kosong dan terjatuh ke bawa rumahnya,” bebernya.

Ditempat tersebut, Sahrul dan Wandi langsung datang ke arahnya dan ikut menyerang menggunakan badik. Beruntung Amin tidak mengalami luka apapun hanya ada rasa bekas pukulan di bagian belakang pinggang sebelah kanan.

Setelah itu Jumadi, Sahrul dan Wandi menyerang seluruh warga sekitar hingga memasuki rumah Martin Sae yang menjadi korban penikaman dengan cara mendobrak pintu rumahnya.

“Ketiganya lalu melakukan penyerangan terhadap orang yang berada di dalam rumah tersebut hingga terdapat korban Martin yang terkena tikaman di bagian rusuk dan juga mengalami patah tulang tangan,” paparnya.

Saksi lainnya bernama Niswandi dan Ari Santo juga mengatakan jika pelaku penikaman adalah Jumadi. Sedangkan Sahrul dan Wandi merupakan anak dari Jumadi yang ikut membantu bapaknya untuk menyerang korban.

Naasnya Sahrul dalam kasus ini juga ikut terluka karena tertimpas sajam, hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

“Pada saat kejadian Jumadi, Sahrul dan Wandi dalam pengaruh miras  berarkohol jenis CIU dan Cap Tikus dan membawa senjata tajam jenis Badik Makassar. Saat ini Sahrul dalam keadaan kritis/koma. Petugas sudah mendatangi dan mengecek TKP, mengamankan BB dan terduga tersangka serta mencari saksi-saksi,” pungkasnya. (MB)

Bagikan

Berita Terbaru