BORNEOKU TANJUNG SELOR – Duka menyelimuti warga di Desa Long Peso Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan. Beberapa rumah kayu milik warga ludes terbakar. Bahkan, Lamin Adat yang biasanya ditempati warga berkumpul untuk acara juga ikut terbakar. Kejadiannya pada hari Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui Pjs Kasi Humas Polresta Polresta Aipda Hadi Purnomo menjelaskan rumah yang terbakar ada 3 rumah dan 1 Lamin Adat di RT 02 Desa Long Peso.
“Rumah yang terbakar diantaranya milik Jalung Usat (70) ada 5 jiwa, milik Anton Elias (40) ada 3 jiwa, rumah dinas bidan yang tidak berpenghuni dan bangunan Lamin Adat,” sebutnya.
Selain, itu ada 3 rumah yang terdampak yakni milik Novelianus ada 3 jiwa dewasa dan 2 jiwa anak sekolah, Pius ada 3 jiwa dewasa, Agustina Ntam ada 3 jiwa dan milik Desi Lilin ada 2 jiwa.
“Saksi Anton Elias mengatakan sekitar pukul 17.10 Wita ketika pulang dari kebun dan mendapati rumah kosong samping rumahnya terbakar. Karena panik korban beserta keluarga langsung mengamankan barang berharga untuk dibawa keluar rumah dan memanggil masyarakat sekitar untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.
Sementara itu, saksi Jalung merasakan hawa panas dan asap masuk rumahnya. Karena hal itu menyebabkan Jalung batuk karena asap membuatnya keluar rumah untuk membuang ludah, ketika sampai di teras rumah. Jalung melihat sebelah rumah sudah terbakar.
“Saksi Jalung lalu berteriak memanggil anggota keluarganya untuk keluar menyelamatkan diri. Karena api sudah mulai menyambar bagian atas rumahnya. Jalung tidak sempat menyelamatkan barang berharga,” bebernya.
Melihat kejadian itu, masyarakat pun berdatangan untuk melakukan pemadaman, baik dari Desa long Peso, Desa Long Bia, Dess Muara Pangean, personel Koramil Peso, personel Polsek Long Peso.
Saat ini kondisi api sudah dipadamkan oleh masyarakat dengan menggunakan air profil dan air selokan sekitar rumah.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran diakibatkan Konsleting arus listrik di rumah tidak berpenghuni selama bertahun-tahun dan dengan kondisi bangunan rumah terbuat dari kayu. Diperkirakan total kerugian kurang lebih Rp 700 juta. Tidak terdapat korban jiwa pada saat kejadian kebakaran,” pungkasnya.





