Iptu Magdalena Lawai Polwan Pertama Menjadi Kasat Polairud

BORNEOKU.CO-Pada tanggal 10 Oktober 2025, di Lapangan Mako Polresta Bulungan, telah berlangsung upacara serah terima jabatan (Sertijab) yang dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Resort Kota Bulungan, Kombes Pol.Rofikoh Yunianto, S.I.K. Momen ini menandai pergantian resmi sejumlah posisi strategis dalam struktur organisasi Polresta Bulungan, termasuk Kasat Reskrim, Kasat Lantas, Kasat Polairud, serta para Kapolsek di wilayah hukum Polresta Bulungan.

Sertijab tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) nomor ST/330 NO/IX KEP 2025 tanggal 28 September 2025. Proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kinerja organisasi dengan menempatkan para perwira yang berkompeten di posisi yang tepat, sekaligus memberikan ruang regenerasi dan optimalisasi sumber daya manusia di lingkungan Polresta Bulungan.

Pencapaian Gemilang Iptu Magdalena Lawai Satu-Satunya Polwan di Jabatan Kasat Polairud Polresta Bulungan. Salah satu sorotan utama dalam upacara Sertijab ini adalah pengangkatan Iptu Magdalena Lawai sebagai Kasat Polairud Polresta Bulungan. Keberhasilan Iptu Magdalena Lawai meraih posisi ini menjadi sejarah tersendiri karena ia menjadi satu-satunya polisi wanita (polwan) di Polresta Bulungan yang menduduki jabatan strategis tersebut.

Lahir dan besar di Tanjung Selor Iptu Magdalena Lawai Penempatan tugas pertama di malinau, Direktorat reserse Polda kaltara. KBO Lantas..Wakasat Narkoba..Kasi humas,.dikenal memiliki rekam jejak karier yang impresif di lingkungan kepolisian. Sebelum menjabat Kasat Polairud Polresta Bulungan

Prestasi ini tidak hanya mencerminkan dedikasi dan kemampuan profesionalnya, tetapi juga menunjukkan kemajuan kesetaraan gender dalam organisasi kepolisian dimana kesempatan bagi polwan untuk menempati posisi strategis semakin terbuka lebar.

Sebagai Kasat Polairud, Iptu Magdalena Lawai memiliki tanggung jawab besar mengawasi keamanan dan ketertiban di wilayah perairan dan udara Polresta Bulungan yang mencakup sungai, danau, dan laut wilayah pesisir Kalimantan Utara. Tantangan utama yang dihadapi meliputi pengawasan aktivitas pelayaran tradisional dan modern, pencegahan illegal fishing, penanganan bencana alam di wilayah perairan, serta pengamanan kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.

Dengan pengalaman luasnya, Iptu Magdalena Lawai optimis dapat membawa perubahan positif, meningkatkan sinergi dengan instansi terkait seperti Basarnas, TNI AL, dan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan patroli dan pengamanan wilayah perairan yang rentan rawan gangguan keamanan.

Reporter

Made Wahyu Rahadia

Bagikan

Berita Terbaru