BORNEOKU.CO-Kapolresta Bulungan Kombes Pol.Rofikoh Yunianto Melalui Kasat Binmas IPTU Bernard Siregar Menghadiri Kegiatan biduk bebandung yang dilaksanakan di Pelabuhan VIP dan Kompleks Masjid Kasimuddin, Kelurahan Tanjung Palas Tengah, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan pada Jumat, 10 Oktober 2025, merupakan serangkaian acara yang sarat makna dan nilai historis. Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati hari jadi Kota Tanjung Selor yang ke-235 tahun dan Kabupaten Bulungan yang ke-65 tahun. Tradisi biduk bebandung sendiri merupakan simbol persatuan dan semangat gotong royong masyarakat Bulungan dalam menjaga kelestarian budaya dan nilai-nilai luhur nenek moyang.
Rangkaian acara yang meliputi syukuran, tahlil, dan ziarah makam diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan sejarah dan budaya lokal. Momentum ini juga menjadi waktu yang tepat bagi para pemimpin daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat untuk merefleksikan perjalanan panjang daerah dan memberikan harapan serta doa bagi kemajuan Kabupaten Bulungan ke depan.
Kehadiran tamu undangan yang terdiri dari berbagai unsur pemerintahan, militer, agama, dan masyarakat semakin menambah khidmat acara ini. Bupati Kabupaten Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., tampil menjadi sosok sentral yang memimpin prosesi mulai dari keberangkatan menggunakan perahu biduk bebandung hingga ziarah ke makam-makam bersejarah. Wakil Bupati, Kilat, A.Md., dan Sekretaris Daerah, Risdianto, S.Pi., M.Si., turut memberikan dukungan penuh terhadap jalannya kegiatan tersebut.
Tidak kalah penting, pimpinan lembaga seperti Ketua DPRD Kabupaten Bulungan H. Riyanto, S.Sos., Kepala Kemenag Bulungan H. Muhammad Ramli, Dandim 0903 Bulungan Letkol (Inf) Dhuwi Hendradjaja, S.Sos., M.I.Pol., dan Danbrigif Bulungan 24 Cakti Kolonel (Inf) Yoanes Andi Wibowo menunjukkan sinergi antarlembaga pemerintahan dan militer guna menciptakan situasi yang kondusif bagi pelaksanaan acara. Tak ketinggalan Kepala Pengadilan Negeri Budi Hermanto, S.H., M.H., juga hadir untuk memperlihatkan soliditas penegakan hukum yang berlandaskan nilai-nilai budaya.
Peran tokoh adat Datu Dishan sangat penting dalam melengkapi kesakralan acara ini. Karena ziarah makam sultan-sultan dan datuk yang menjadi leluhur masyarakat Bulungan bukan hanya ritual biasa, melainkan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan spiritual yang menjadi fondasi kuat kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran Camat Tanjung Palas dan Sekcam Yusak Silvanus Laing bersama jajaran pemerintah desa dan kelurahan turut memperlihatkan komitmen pemerintah lokal dalam mendukung dan melestarikan tradisi serta melibatkan partisipasi masyarakat secara luas. Lebih dari 50 warga masyarakat turut ambil bagian dalam kegiatan ini sebagai bentuk kecintaan terhadap kebudayaan dan keinginan menjaga warisan leluhur.
Upacara dimulai dengan rombongan Bupati dan Forkopimda menaiki perahu biduk bebandung, sebuah perahu tradisional yang sarat filosofi kerjasama dan persatuan antarwarga Tanjung Palas. Doa tahlil yang dilantunkan di atas perahu ini merupakan simbol pengharapan agar Kabupaten Bulungan senantiasa diberi rahmat, kedamaian, dan kemajuan.
Setelah tiba di pelabuhan penyeberangan, rombongan melakukan prosesi tabur beras kuning sebagai tanda syukur atas hasil bumi dan keberkahan hidup warga Bulungan. Beras kuning melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan yang diharapkan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Langkah demi langkah rombongan berjalan menuju Masjid Kasimuddin, sebuah ikon spiritual masyarakat Tanjung Palas. Tradisi berjalan bersama ini menandakan kebersamaan dan ikatan sosial yang kuat antarwarga dan pemerintah daerah. Masjid sebagai tempat ibadah menjadi saksi acara doa bersama dan tahlilan yang menguatkan ikatan religius dan kebersamaan umat Islam di Kabupaten Bulungan. Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kemajuan daerah, serta kesejahteraan seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Sultan Maulana Kasimuddin, Sultan Muhammad Djalaluddin, Datuk Mansyur, Datuk Bendahara Paduka Raja, dan H. Datu Muhammad Salleh. Ziarah makam ini mengajak semua pihak untuk mengenang jasa para leluhur yang telah mendirikan dan membangun daerah, serta mengambil pelajaran dari ketabahan dan semangat juang mereka demi kebaikan bersama.
Setelah prosesi ziarah selesai, rombongan meninggalkan kompleks masjid dengan rasa haru dan penuh semangat baru untuk meneruskan perjuangan membangun Kabupaten Bulungan ke arah yang lebih baik dan berdaya saing tutup Bernard Siregar.
Laporan: I Made Wahyu Rahadia





