Tanjung Selor- Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Utara (Kaltara) Dan Satbinmas Polresta bulungan mengadakan kegiatan sosialisasi Saka Bhayangkara di SMAN 01 Tanjung Selor. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai. Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari siswa Pramuka kelas 10, 11, dan 12 mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan penuh semangat.22/8.
Kegiatan sosialisasi ini memiliki tujuan utama untuk mengenalkan dan memotivasi generasi muda khususnya anggota Pramuka di SMAN 01 Tanjung Selor agar lebih memahami peran serta fungsi polisi dalam menjaga ketertiban berlalu lintas serta mengatasi permasalahan sosial yang sering terjadi di kalangan pelajar seperti bullying. Melalui materi yang diberikan oleh personel Dirlantas Polda Kaltara, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan positif di lingkungan sekolahnya.
Saka Bhayangkara merupakan satuan karya Pramuka yang bekerjasama erat dengan Kepolisian Republik Indonesia. Organisasi ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kepolisian dan disiplin serta membentuk karakter generasi muda yang bertanggung jawab, disiplin, dan peduli terhadap lingkungan sosial dan keamanan.

Pada sesi pengenalan ini, peserta diperkenalkan sejarah dan tujuan dibentuknya Saka Bhayangkara serta berbagai kegiatan yang bisa diikuti. Kasatgas Saka Bhayangkara dari Dirlantas Polda Kaltara menjelaskan bahwa anggota Saka Bhayangkara memiliki peluang untuk belajar banyak keterampilan kepolisian, mulai dari penyuluhan keamanan, penyegaran aturan lalu lintas, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Selain itu, dijelaskan juga mengenai berbagai program pembinaan yang rutin dilakukan oleh pihak kepolisian khususnya dalam bidang lalu lintas, termasuk simulasi penanganan kecelakaan, pengaturan arus, serta edukasi keselamatan berkendara. Kegiatan ini tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan, tetapi semakin membangun rasa cinta tanah air dan kesadaran tertib berlalu lintas.
Materi selanjutnya yang diberikan adalah Krida Lalu Lintas yang membahas perilaku aman dan tertib berkendara di jalan raya. Dalam sesi ini, para peserta dibekali pengetahuan tentang aturan-aturan lalu lintas dasar, pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan sabuk pengaman, serta bagaimana cara menghindari kecelakaan.
Dijelaskan pula dampak buruk dari perilaku berkendara yang tidak aman seperti ngebut, melawan arus, dan mengabaikan rambu-rambu lalu lintas. Narasumber juga memaparkan statistik kecelakaan lalu lintas di wilayah Kaltara dan memotivasi para siswa untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Materi yang disampaikan juga dilengkapi dengan video edukasi dan simulasi sehingga peserta dapat memahami dan merasakan betapa pentingnya tertib berlalu lintas. Peserta diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait perilaku di jalan raya, sehingga suasana belajar menjadi interaktif dan menyenangkan.
Salah satu isu penting di lingkungan sekolah yang ikut diangkat adalah bahaya bullying. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman bahwa bullying adalah perilaku agresif yang dapat menyebabkan dampak psikologis serius bagi korban, baik secara fisik maupun mental.
Personel dari Dirlantas Polda Kaltara memberikan definisi bullying, berbagai bentuknya seperti bullying fisik, verbal, dan cyberbullying serta cara-cara menghadapinya. Mereka juga menekankan pentingnya solidaritas antar pelajar dan keberanian untuk melaporkan tindakan bullying kepada guru atau pihak berwenang.
Materi ini disajikan dengan pendekatan yang mudah dipahami serta disertai studi kasus yang relevan. Peserta diajak untuk aktif berdiskusi dan menyampaikan pendapatnya mengenai bagaimana lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa tanpa diskriminasi atau kekerasan.
Dengan menanamkan pemahaman tentang bahaya bullying sejak dini, diharapkan peserta dapat menjadi agen yang mempromosikan perdamaian dan toleransi di lingkungan sekolah dan di luar sekolah.
Reporter: Made Wahyu Rahadia





