TANJUNG SELOR,– Suasana hening yang biasanya menenangkan justru berubah jadi mencekam. Sabtu pagi (25/4/2026), ruang ujian dipenuhi ketegangan. Puluhan pasang mata tertunduk, fokus mengerjakan tes psikologi. Tapi tanpa diduga, situasi berubah drastis saat pimpinan tertinggi Polda Kaltara turun langsung ke lokasi.
Kapolda Kaltara, Irjen Pol Dajti Wiyoto Abady, didampingi Kabid Propam Kombes Pol Krishadi Permadi dan Karo SDM Kombes Warsono, melakukan pengecekan langsung di ruang tes psikologi seleksi Akpol 2026 yang digelar di SMA Negeri 1 Tanjung Selor.
Di dalam ruangan itu, 31 casis tengah bertarung dengan waktu dan tekanan terdiri dari 29 pria dan 2 wanita. Mereka memperebutkan kuota yang sangat terbatas hanya 4 orang, dengan rincian 1 taruni dan 3 taruna dari Mabes Polri. Lebih menegangkan lagi, hasil tes psikologi disebut akan diketahui pada hari yang sama.
Kapolda tidak sekadar hadir. Ia mengawasi langsung jalannya proses mulai dari kesiapan panitia, sistem pelaksanaan, hingga ekspresi para peserta yang berusaha tetap tenang.
Tak ada suara selain gesekan kertas dan detak waktu yang terasa makin cepat. Setiap soal menjadi penentu, setiap jawaban bisa menjadi pembuka jalan atau justru akhir dari perjuangan panjang.

Kehadiran Kapolda menjadi sinyal keras seleksi ini tidak main-main. Semua harus berjalan bersih, transparan, dan tanpa celah kecurangan.
Bagi sebagian casis, momen ini menjadi ujian ganda bukan hanya soal psikologi, tapi juga mental. Namun bagi yang siap, inilah panggung pembuktian sesungguhnya: tetap fokus meski berada di bawah sorotan langsung pimpinan.
“Seleksi ini masih panjang. Hanya mereka yang kuat mental, siap, dan berintegritas yang akan bertahan hingga garis akhir,” tegas Kapolda.
Di Tanjung Selor pagi itu, satu hal menjadi jelas ini bukan sekadar ujian. Ini adalah pertaruhan masa depan ujar Djati. (MD)





