Tangis di Mara Hilir, Rumah Lansia 72 Tahun Ludes Terbakar Saat Ditinggal ke Rumah Anak

BULUNGAN, TANJUNG PALAS BARAT – Malam yang seharusnya tenang berubah menjadi duka bagi Abdul Menan (72), warga RT 04 Desa Mara Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Barat. Rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat berteduhnya, hangus dilalap api dalam kebakaran yang terjadi Senin (30/3/2026) sekitar pukul 20.00 WITA.

Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui humas Aipda Hadi, Ironisnya, saat api mulai membesar, Abdul Menan tidak berada di rumah. Ia diketahui tengah berada di rumah anaknya yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi. Ketika kembali, yang tersisa hanyalah puing dan arang.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh Misidi Ramdi (27), seorang buruh harian lepas. Saat itu ia sedang berada di rumah mertuanya, tak jauh dari lokasi kejadian.

“Saya dengar suara seperti seng terbakar. Pas saya lihat keluar, api sudah besar dari dalam rumah Pak Abdul Menan,” ungkapnya.

Tanpa pikir panjang, Misidi berlari menuju rumah korban dengan niat menyelamatkan. Namun, ia tidak menemukan pemilik rumah di dalam. Kepanikan pun menyebar, warga langsung berteriak meminta bantuan.

Warga sekitar bersama personel Polsek Tanjung Palas Barat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Ember dan mesin alkon menjadi andalan, air diambil dari sungai dan selokan terdekat. Butuh waktu cukup lama hingga kobaran api akhirnya bisa dijinakkan.

Menurut keterangan, api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian tengah rumah. Dalam hitungan menit, si jago merah melahap seluruh bangunan.

Tak hanya itu, satu rumah milik warga bernama Jefri juga ikut terdampak akibat besarnya kobaran api.

Rumah yang terbakar merupakan satu-satunya tempat tinggal Abdul Menan, yang hidup seorang diri. Kini, ia harus menerima kenyataan pahit kehilangan seluruh harta bendanya.

Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta. Meski tidak ada korban jiwa, luka batin yang ditinggalkan begitu mendalam.

Peristiwa ini menjadi pengingat betapa cepat musibah datang tanpa diduga. Di balik kobaran api yang telah padam, tersisa duka dan harapan agar bantuan segera datang bagi korban yang kehilangan segalanya. (MD)

Bagikan

Berita Terbaru