MALINAU – Musibah tragis terjadi di Desa Malinau Kota, Kecamatan Malinau Kota, Rabu (25/2/2026) sore. Seorang balita bernama DM ditemukan dalam kondisi tenggelam di rumahnya yang terendam banjir, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RSUD Malinau.
Kapolres Malinau AKBP Imam Irawan S.I.K Melalui Ps Kasi Humas Aiptu Subandi, Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 16.30 Wita di RT 12, Seluwing, Desa Malinau Kota. Saat kejadian, kondisi lingkungan sekitar rumah korban sedang dilanda banjir dengan ketinggian air diperkirakan mencapai ±1,5 meter.
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat orang tua korban, FT (43), berteriak meminta pertolongan setelah mendapati anaknya terjatuh di area dapur rumah yang sudah tergenang air.
Mendengar teriakan tersebut, saksi Febrianto Duma, yang tinggal tidak jauh dari lokasi, segera keluar dan bersama warga menuju rumah korban. Saat dilakukan pencarian di dapur, korban ditemukan di sudut belakang rumah dalam posisi kaki di atas dan tubuh terendam air banjir.
Saksi sempat memberikan pertolongan pertama. Namun kondisi korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Balita tersebut kemudian dilarikan ke RSUD Malinau untuk mendapatkan penanganan medis. Sekitar pukul 17.16 Wita, tim medis menyatakan korban meninggal dunia.
Diketahui saat insiden terjadi, di dalam rumah hanya terdapat ibu korban serta dua kakak korban yang masing-masing berusia 11 tahun dan 8 tahun.
Hasil pemeriksaan medis (visum) tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian lengkap berupa kaos oblong dan celana pendek.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah murni akibat tenggelam dan menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun di kemudian hari.
Jenazah Demian Mangori telah dimandikan di kamar jenazah RSUD Malinau dan rencananya akan dimakamkan di Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya di wilayah rawan banjir, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat kondisi air meluap dan lingkungan rumah tergenang.
Musibah dapat terjadi dalam hitungan menit. Kewaspadaan dan pengawasan ekstra menjadi kunci untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali.(MD)





