Warga Umat Hindu Kabupaten Bulungan Gelar Sembahyang Hari Raya Galungan

TANJUNG SELOR-Hari Raya Galungan merupakan salah satu perayaan paling penting dalam kalender umat Hindu, khususnya di Bali dan komunitas Hindu di seluruh Indonesia, termasuk Kalimantan Utara. Menurut Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kalimantan Utara, Ida Bagus Sidharaharja, perayaan ini mengandung makna filosofis dan spiritual yang sangat dalam. Berikut adalah penjabaran beberapa poin penting yang di sampaikan untuk memaknai Hari Raya Galungan secara lebih bermakna dan kontekstual bagi umat Hindu masa kini.Rabu 19/11/2025.

1. Kemenangan Dharma atas Adharma: Menegakkan Kebaikan dalam Kehidupan Sehari-hari

Galungan secara simbolis melambangkan kemenangan Dharma (kebaikan, ketertiban, kebenaran) atas Adharma (kejahatan, kekacauan, ketidakbenaran). Dalam kehidupan sehari-hari, ini mengingatkan umat Hindu untuk terus berjuang menegakkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, keadilan, dan moralitas di tengah berbagai tantangan dunia modern yang serba dinamis dan terkadang penuh godaan untuk melakukan hal yang salah.

Semangat kemenangan Dharma atas Adharma bukan hanya menjadi cerita mitologis semata, tetapi menjadi pedoman hidup yang dapat diaplikasikan saat menghadapi persoalan pribadi, sosial, hingga lingkungan. Dengan sikap ini, umat diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat sekitarnya.

2. Pembersihan Diri Mengikis Energi Negatif dan Memelihara Kebajikan

Selain makna kemenangan antara kebaikan dan kejahatan, Galungan juga menjadi momentum introspeksi dan pembersihan diri. Ini adalah saat yang tepat untuk mengikis sifat-sifat buruk seperti kemarahan, iri hati, dan hawa nafsu, yang dapat menghambat perkembangan spiritual manusia.

Pembersihan diri yang dimaksud mencakup upaya membersihkan batin dari energi negatif dan menggantikannya dengan kebajikan, sehingga membawa kedamaian dan keseimbangan hati. Melalui ritual dan doa pada Galungan, umat Hindu diajak untuk merefleksikan perilaku dan memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

3. Menghormati Leluhur Mengapresiasi Warisan Budaya dan Spiritualitas

Hari Raya Galungan juga merupakan momen untuk mengenang dan menghormati leluhur. Dalam filosofi Hindu, leluhur dianggap sebagai sosok yang memberikan warisan budaya, moral, dan spiritual yang sangat berharga. Dalam praktiknya, umat melakukan persembahyangan dan doa untuk roh leluhur (Pitru) sebagai bentuk rasa terima kasih atas semua pengajaran, perlindungan, dan berkah yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menghormati leluhur ternyata juga memperkuat rasa identitas dan kebanggaan terhadap akar budaya yang menjadi fondasi keberadaan umat Hindu, sekaligus menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.

 4. Kesadaran akan Keterhubungan  Manusia, Alam, dan Tuhan

Ida Bagus Sidharaharja menegaskan pentingnya kesadaran akan keterhubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. Galungan menjadi pengingat bahwa manusia bukanlah entitas yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari ekosistem yang lebih besar, di mana harus saling berinteraksi dan menjaga harmoni dengan lingkungan sekitar.

Semangat tri hita karana—hubungan baik antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alam—dikukuhkan kembali dalam perayaan ini agar keseimbangan kosmik tetap terjaga. Kesadaran ini tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tapi juga sosial dan ekologis yang relevan dengan tuntutan masa kini, seperti isu lingkungan dan keberlanjutan.

5. Peningkatan Spiritualitas Momen Mendekatkan Diri pada Tuhan

Perayaan Galungan juga menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan mempererat hubungan dengan Yang Maha Kuasa. Melalui persembahyangan, meditasi, dan ritual, umat Hindu dipanggil untuk kembali menguatkan keimanan dan memohon keselamatan serta perlindungan dari Tuhan.

Peningkatan spiritualitas ini memampukan umat untuk menghadapi berbagai masalah hidup dengan ketenangan dan kebijaksanaan, serta mengisi kehidupan sehari-hari dengan nilai-nilai luhur yang membawa kedamaian batin.

6. Harmoni dengan Alam Menghormati dan Melestarikan Lingkungan

Galungan mengingatkan bahwa alam adalah ciptaan Tuhan yang harus dihormati dan dijaga kelestariannya. Hidup dalam harmoni dengan alam berarti tidak merusak atau mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, tetapi menjaga keseimbangan dan keberlanjutan ekosistem.

Melalui ritual adat dan pemaknaan simbolis pendirian penjor (bambu hias) yang melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan dan alam, Galungan mendorong umat Hindu untuk mengambil peran aktif dalam upaya pelestarian lingkungan, yang sangat relevan dalam menghadapi isu global perubahan iklim dan kerusakan alam.

 7. Mengembangkan Sifat Positif Kasih Sayang, Empati, dan Kebijaksanaan

Poin terakhir yang sangat penting dalam makna Galungan adalah pengembangan sifat-sifat positif yang menjadi landasan hidup bermasyarakat, seperti kasih sayang, empati, dan kebijaksanaan. Melalui semangat ini, umat Hindu tidak hanya memperkuat hubungan dengan Tuhan tetapi juga dengan sesama manusia.

Dengan sifat kasih sayang dan empati, konflik sosial dapat diminimalisir dan tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan saling mendukung. Kebijaksanaan membantu umat untuk mampu mengambil keputusan yang benar dan adil di tengah kompleksitas 

Memahami dan merenungkan poin-poin penting yang disampaikan oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kalimantan Utara, Ida Bagus Sidharaharja kepada Media , Memberikan kesempatan bagi umat Hindu untuk menyelami makna Hari Raya Galungan dengan lebih mendalam. Lebih dari sekadar ritual atau perayaan tradisional, Galungan adalah wadah transformasi spiritual yang memanggil setiap individu untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana, berdedikasi pada kebaikan, dan menjaga keharmonisan dengan alam serta sesama.

Dengan kebermaknaan yang mendalam, Hari Raya Galungan dapat terus dijadikan momentum penguatan ajaran Dharma serta pelestarian nilai-nilai luhur dalam kehidupan umat Hindu di Kalimantan Utara dan Indonesia secara umum.

Reporter: Bli Made

Bagikan

Berita Terbaru