BORNEOKU.CO-Forum Komunikasi Keluarga Jawa Bulungan (FKJB), yang dipimpin oleh Ketua Imam Sujono dan diikuti oleh sekitar ribuan peserta, merupakan salah satu wadah penting dalam menjaga dan melestarikan budaya Jawa sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah Kabupaten Bulungan. Forum ini tidak hanya berperan sebagai komunitas budaya, tetapi juga aktif dalam mendukung visi pemerintah daerah Bulungan yakni “Bulungan Berdaulat Pangan Maju dan Sejahtera.”
Imam Sujono,” Dalam rangka memperkuat identitas budaya Jawa yang tumbuh di tengah masyarakat Kabupaten Bulungan, FKJB secara rutin menggelar berbagai acara yang menampilkan kekayaan seni dan tradisi budaya Jawa. Berbagai kesenian khas seperti Gandrung, Kuda Lumping, Bantengan, Reog, Bujang Anom, dan Campur Sari selalu menjadi sajian utama dalam setiap pertemuan dan festival budaya yang diadakan. Penampilan seni ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media edukasi bagi generasi muda dan masyarakat luas agar lebih mengenal serta menghargai warisan leluhur mereka.
Kegiatan semacam ini memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antara anggota FKJB, serta memperkokoh hubungan antar komunitas budaya lainnya yang ada di Kabupaten Bulungan. Kehadiran Paguyuban Jawa dari berbagai daerah di Bulungan memperlihatkan sinergi yang baik dalam menggali potensi budaya serta menjalin jejaring sosial yang lebih luas.
Salah satu misi besar dari FKJB adalah untuk ikut berkontribusi dalam mendukung visi Pemerintah Kabupaten Bulungan terkait ketahanan dan kedaulatan pangan. Visi “Bulungan Berdaulat Pangan Maju dan Sejahtera” menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu fokus pembangunan strategis, di mana setiap elemen masyarakat dapat berperan aktif.
FKJB tidak hanya fokus pada budaya, tetapi juga berusaha menggalang kekuatan masyarakat Jawa yang tersebar di daerah ini untuk turut mendukung kegiatan pertanian, termasuk budidaya jagung, yang saat ini menjadi salah satu usaha tani yang terus berkembang. Penguatan jejaring sosial yang dibangun melalui perkumpulan ini memungkinkan pertukaran informasi, teknologi pertanian, dan dukungan logistik yang dapat memperkuat keberhasilan petani, terutama anggota kelompok tani Jawa di wilayah Bulungan.
FKJB aktif menjalin komunikasi dan kerjasama dengan pemerintah daerah, instansi pertanian, serta komunitas lokal lainnya. Sinergi ini tidak hanya berkaitan dengan aspek budaya, namun juga dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pengembangan usaha pertanian dan agroindustri.
Misalnya, dalam kegiatan penanaman jagung di Desa Pimping yang dilakukan oleh Kelompok Tani Maju, FKJB hadir memberikan dukungan moril serta partisipasi dalam mengembangkan program produktivitas pertanian. Dukungan budaya dan sosial tidak kalah penting, karena kekompakan dan solidaritas komunitas dapat menjadi modal sosial cukup besar untuk menghadapi tantangan bersama dalam dunia pertanian.
Kegiatan seperti pagelaran seni Gandrung, Bantengan, dan Kuda Lumping yang rutin dilakukan oleh FKJB menjadi momen spesial untuk memperkuat hubungan antar warga serta memperkenalkan budaya Jawa kepada masyarakat luas yang ada di Bulungan. Festival ini bukan hanya hiburan biasa, tetapi juga sarana dalam memperkuat jati diri dan membangun kebanggaan komunitas atas warisan budaya yang masih terjaga.

Acara budaya ini kerap diselenggarakan bersamaan dengan momen-momen penting lokal, seperti perayaan hari besar, ulang tahun desa, ataupun event pemerintah daerah. Dengan partisipasi sekitar 200 orang peserta, acara ini juga menjadi representasi keberagaman serta potensi besar komunitas Jawa di Bulungan. Melalui eksistensi FKJB, budaya Jawa tidak hanya lestari, tetapi juga bisa menjadi magnet pengembangan pariwisata budaya di daerah tersebut.
Seiring dengan perkembangan zaman dan tantangan globalisasi, FKJB menyadari bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan dengan pertunjukan seni saja. Diperlukan pendekatan yang adaptif terhadap teknologi dan modernisasi tanpa mengesampingkan nilai-nilai luhur yang menjadi cikal bakal budaya Jawa. Pendidikan budaya di kalangan generasi muda, penggunaan teknologi informasi untuk dokumentasi dan promosi, serta kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah dan sektor swasta menjadi fokus FKJB ke depan.
Selain itu, di area pertanian dan ketahanan pangan, FKJB juga akan memfasilitasi pelatihan dan penyuluhan bagi petani komunitas Jawa agar mereka mampu memanfaatkan teknologi pertanian modern, meningkatkan produktivitas, dan mengatasi kendala-kendala yang ada seperti serangan hama, perubahan iklim, serta akses pasar.
Forum Komunikasi Keluarga Jawa Bulungan di bawah pimpinan Imam Sujono telah membuktikan perannya sebagai organisasi yang tidak hanya menjaga dan melestarikan kebudayaan Jawa, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bulungan melalui dukungan terhadap visi ketahanan pangan pemerintah daerah.
Dengan adanya FKJB, komunitas Jawa di Bulungan memiliki ruang untuk memperkuat solidaritas, mengembangkan budaya, sekaligus berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi dan sosial di wilayah ini. Keberadaan mereka juga menunjukkan bagaimana kebudayaan dan pembangunan dapat berjalan beriringan demi mencapai masyarakat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Memasuki masa depan, FKJB diharapkan mampu terus berinovasi, menjaga tradisi, dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk terus memberikan manfaat luas bagi Kabupaten Bulungan dan sekitarnya. Dukungan terhadap ketahanan pangan serta pelestarian budaya seperti ini sangat penting sebagai fondasi dalam membangun daerah yang mandiri dan berdaya saing tinggi Pungkas Imam.
Laporan: I Made Wahyu Rahadia





